shababjo.net, Pilpres 2019 – Partai Hanura mempertanyakan data yang digunakan capres Prabowo Subianto soal korupsi di Indonesia sudah stadium 4. Hanura juga menyinggung soal indeks persepsi korupsi Indonesia yang sangat buruk saat awal reformasi.

“Kalau Prabowo mengatakan bahwa indeks korupsi Indonesia stadium 4, sumber data atau rujukannya dari mana? Jangan-jangan bersumber dari mimpi buruknya yang selalu gagal nyapres,” kata Ketua DPP Hanura Inas Nasrullah.

Sampai dengan tahun 1998 corruption perception index (CPI) atau indeks persepsi korupsi Indonesia berada di posisi terpuruk dan terburuk, yakni di angka 20, di mana korupsi merajalela dan terpusat di kekuasaan yang pada saat itu dipimpin oleh Soeharto yang tidak lain mantan mertua Prabowo,” sambungnya.

Inas kemudian mengatakan Indonesia bisa mulai memperbaiki CPI dalam kurun waktu 20 tahun terakhir. Dia juga menyebut CPI Indonesia saat ini sudah berada di posisi yang lebih baik.

“Akan tetapi, setelah 20 tahun Indonesia bebas dari cengkeraman mantan mertua Prabowo, CPI membaik dengan angka 37. Bahkan, menurut Ketua KPK, pertumbuhan CPI kita yang terbaik dan tertinggi sejak 2017, merujuk pada hasil survei Transparency International,” tutur Inas.

Soal korupsi sudah ibarat kanker stadium 4 atau kategori parah ini sempat disinggung oleh capres Prabowo Subianto. Saat itu dia mengatakan korupsi yang akan merusak masa depan Indonesia.

“Korupsi di Indonesia sudah sangat parah. Ini yang merusak masa depan kita,” kata Prabowo saat menjadi pembicara di The World in 2019 Gala Dinner di Grand Hyatt Hotel, Singapura, Selasa (27/11) lalu.

Seolah-olah membantah Prabowo, Jokowi mengatakan loncatan CPI atau indeks persepsi korupsi Indonesia dari 1998 hingga 2018 sangat signifikan. Saat ini CPI Indonesia ada di angka 37. Jokowi pun menegaskan jangan sampai ada yang mengatakan indeks korupsi di Indonesia sudah masuk tahap stadium 4.

“Dari yang terjelek se-ASEAN, sekarang naik menjadi CPI ke angka 37, ini patut disyukuri. Jangan sampai ada yang bilang korupsi kita stadium 4, tidak ada,” kata Jokowi seusai Peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Harkodia) 2018 di Gedung Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan, Selasa (4/12).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here