shababjo.net – Kepala Staf Kantor Kepresidenan, Jenderal Purnawirawan Moeldoko yang hadir di Medan menyatakan pekerja sipil yang diperlakukan secara biadab oleh Kelompok Kriminal Bersenjata di Papua merupakan pahlawan pembangunan.

Sebab mereka telah berkontribusi langsung dalam mensukseskan program pemerataan pembangunan di timur Indonesia itu.

“Mereka yang dibunuh oleh Kelompok Kriminal Bersenjata di Papua adalah pejuang pembangunan. Tapi mereka telah diperlakulan secara tidak beradab,” kata Moeldoko di Kota Medan Sumatera Utara, Kamis (6/12).

Moeldoko berharap peristiwa ini bisa menjadi perhatian dunia sebagai pelanggaran Hak Asasi Manusia. Ia juga mengajak badan Hak Asasi Manusia melihat secara sungguh tanpa menerapkan standar ganda terhadap peristiwa ini.

“Ini adalah peristiwa yang perlu diangkat ke dunia Internasional. Ada gerakan sparatis militer yang melanggar HAM,” ujarnya.

Saat ini, lanjut Moeldoko, pemerintah telah mengambil langkah-langkah strategis untuk menghadapi situasi terkini. Salah satunya dengan menurunkan 150 prajurit TNI dan Polri guna menyisir pelaku kejahatan.

Meski dalam situasi demikian, dirinya meyakinkan bahwa pembangunan di sana tetap dilanjutkan dan para pekerja tidak perlu takut.

“Peristiwa ini tidak boleh didiamkan. Penekanan saya, kita semua memiliki pemahaman yang sama atas peristiwa itu. Jangan sampai ini diplintir kesana kemari, sehingga subtansi dari peristiwa itu tidak terangkat,” ungkapnya.

“Untuk pekerja disana saya himbau jangan takut, tetap bekerja dan kami akan mengawal,” tutup Moeldoko

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here