shababjo.net – faktor Tsunami Selat sunda, Taman Margasatwa Ragunan memperkirakan jumlah kunjungan wisatawan pada puncak libur tahun baru, bisa tembus mencapai 180 ribu orang. Juru bicara Ragunan, Ketut Widarsana optimistis target tersebut tercapai.

“Kalau cuaca bagus (tidak hujan) saya yakin target bisa tercapai,” kata Ketut saat ditemui di Ragunan.

Ia mengatakan momen libur natal dan tahun baru telah dimulai sejak 22 Desember 2018 sampai hari ini. Ketut memperkirakan hari ini menjadi puncak kunjungan wisatawan selama libur Natal dan Tahun Baru.

Adapun jumlah pengunjung ke Ragunan sejak 22-31 Desember kemarin telah mencapai 577.432 orang. “Kami yakin pada hari terakhir periode libur Natal dan Tahun Baru 2019 pengunjung bisa tembus lebih dari 600 ribu orang,” ujarnya.

Ketut menuturkan pada periode 22 Desember 2017 sampai 1 Januari 2018 kemarin, jumlah pengunjung Ragunan mencapai 654.312 orang. Mengacu pada total pengunjung harian selama periode yang sama tahun ini, jumlah pengunjung mengalami peningkatan yang cukup besar.

Menurut Ketut, lonjakan pengunjung yang cukup tinggi tahun ini lantaran adanya faktor wisatawan yang menghindari berlibur ke kawasan pantai. Ia pun menemui salah seorang pengunjung yang datang ke Ragunan karena menghindari kawasan pantai.

“Ada tadi saya temui pengunjung awalnya mau ke Anyer tapi dibatalkan dan memilih ke Ragunan,” kata Ketut. “Pengunjung itu takut dengan cuaca ekstrim dan tsunami.”

Tsunami Selat Sunda terjadi pada 22 Desember lalu. Gelombang tinggi tersebut menerjang pesisir Banten dan Lampung Selatan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat 1.500 rumah rusak berat, 70 rusak sedang dan 181 unit rumah rusak ringan oleh terjangan tsunami, serta 437 orang meninggal.

Plt Kepala Taman Margasatwa Ragunan Sabdo Kurnianto pun memperkirakan adanya lonjakan pengunjung ke Ragunan. Sebab, saat ini, menurut dia, wisatawan mencari tempat wisata yang lebih aman. “Memang ada peningkatan jika dibandingkan tahun kemarin,” kata dia.

dua pengunjung yang membatalkan berlibur ke pantai dan memilih Ragunan sebagai tempat wisata alternatifnya. Daryati, 41 tahun, salah satunya.

Ia mengaku biasanya selalu membawa anak dan keluarganya ke Ancol, Jakarta Utara, setiap libur sekolah seperti saat ini. “Tapi kalau sekarang saya takut tsunami,” kata warga Tanjung Priok, Jakarta Utara ini, saat ditemui bersama anak dan keluarganya.

Pengunjung lainnya, Aska Priyogo, 30 tahun, menjawab senada. Ia dan keluarganya biasanya menghabiskan liburan di pantai pada tahun baru. Namun, tahun ini Aska tidak memilih berwisata ke pantai lantaran cuaca ekstrim dan kabar adanya ombak yang sedang tinggi. “Biasanya ke Pantai Tanjung Pasir. Tapi sekarang ke Ragunan saja,” ujar warga Batuceper, Tangerang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here