shababjo.net – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur angkat bicara soal kasus prostitusi Online yang melibatkan Vanessa Angel dan Avriella Shaqqila. Mereka menuntut adanya Undang-undang (UU) khusus pemberantasan prostitusi online.

Ketua MUI Jawa Timur Abdusshomad Bukhori mengatakan, UU tersebut tak hanya ampuh menindak segala bentuk prostitusi, namun juga memuat hukum yang menindak pekerja seks komersial (PSK) dan para penyewa.

“Karena zinah itu keji dan jalan yang sangat salah. Jangan itu menjadi budaya. Itu juga bukan soal Hak asasi manusia (HAM) dan tidak cocok dengan falsafah Pancasila,” kata Bukhori di Mapolda Jawa Timur, Selasa (15/1).

Untuk itu, Bukhori menuntut adanya perhatian dan langkah kongkret. Baik dari pemerintah maupun DPR RI terkait prostitusi. Dia berharap UU yang ada saat ini dilengkapi dengan aturan yang tidak hanya menindak mucikarinya.

“Harus komprehensif, karena ada keterkaitan. Perzinahan itu terjadi karena ada yang memesan dan ada yang dipesan,” tambah Bukhori.

Meski demikian, dirinya mengapresiasi kinerja kepolisian yang masihterus  berupaya membongkar jaringan prostitusi online lebih lanjut. Dia berharap, Jawa Timur tidak menjadi ajang bagi warga Ibu Kota atau daerah lain untuk melakoni tindak pidana tersebut.

“Makanya kami usulkan prostitusi itu ditutup sejak 2010 lalu. 47 titik lokasi prostitusi di Jawa Timur itu ditutup hingga akhir 2016. Tapi bukan berarti yang ini (konvensional) ditutup, malah ada yang online,” tuturnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here