shababjo.net, Pilpres 2019 – Politikus Partai Golkar Bambang Soesatyo menyatakan, partainya tak akan terpengaruh wacana yang dilontarkan Partai Demokrat (PD) untuk menduetkan Jusuf Kalla (JK) dengan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) pada Pemilu Presiden (Pilpres) 2019. Menurut dia, meski JK tokoh senior Golkar namun partai berlambang beringin itu sudah memutuskan untuk mengusung Joko Widodo (Jokowi) di pilpres tahun depan.

Bambang yang juga wakil ketua Koordinator Bidang Pratama DPP Partai Golkar menegaskan, partai pimpinan Airlangga Hartarto itu tak akan mengubah keputusannya untuk Pilpres 2019. Bahkan, Golkar sudah menyiapka Airlangga untuk menjadi calon wakil presiden (cawapres) pendamping Jokowi.

“Golkar tetap pada pendirian Jokowi presiden, dan wacana yang berkembang adalah wapresnya Airlangga,” kata Bambang di gedung parlemen, Jakarta, Selasa (3/7).
Meski bukan unggulan, nama Airlangga sebagai bakal cawapres sudah lama berhembus. Adalah Relawan Gojo (Golkar Jokowi), kelompok relawan yang rajin mempromosikan pasangan Jokowi-Airlangga jelang Pilpres 2019.

Gambar terkait

 

Semula, dikabarkan bahwa Jokowi terlanjur merasa klop dengan pasangannya saat ini, Jusuf Kalla (JK). Meski demikian, langkah pasangan Jokowi-JK jilid II sirna setelah Mahkamah Konstitusi (MK) menolak gugatan terkait masa jabatan wapres. Putusan MK ini membuat Jokowi beralih ke sosok menterinya sendiri, yaitu Airlangga.

Di atas kertas, cukup rasional jika ingin meminang putra mantan Menteri Perindustrian Hartarto Sastrosoenarto tersebut. Airlangga adalah pemimpin Partai Golkar, salah satu partai terbesar di negeri ini. Golkar akan menjadi mesin politik yang sangat bermanfaat selama proses pemilihan. Pada Pemilu 2014 misalnya, partai beringin ini menduduki urutan dua dengan raihan suara nasional 14,75 persen dan perolehan kursi 16,2 persen.

Pak Airlangga adalah calon wapres yang siap pakai, memiliki konsep dan sudah beradaptasi dengan lingkungan pemerintahan dan tantangan-tantangannya. Para kader Golkar sekarang sudah saatnya untuk bersatu padu merapatkan barisan dan mengajukan ketua umumnya Airlangga Hartarto sebagai calon wakil presiden mendampingi calon presiden Jokowi di Pilpres 2019

Legislator yang karib disapa Bamsoet itu pun tidak mau berkomentar lebih jauh soal wacana duet JK-AHY. Bagi Bamsoet, yang berhak mengomentari itu adalah Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Dia mengatakan, Partai Golkar tentu memikirkan partainya saja. Pun demikian dengan Partai Demokrat, tetap memikirkan partainya juga.

“Emang gue pikirin partai lain? Kami ngurusin partai masing-masinglah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here