shababjo.net, Pemilu 2019 – Sehari menjelang pendaftaran calon presiden dan calon wakil presiden yang mulai dibuka pada Sabtu 4 Agustus 2018, elektabilitas Joko Widodo masih mengungguli Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Hasil survei yang dilakukan lembaga survei, Alvara Research Center menunjukkan, elektabilitas Jokowi berada di angka 48,4 persen. Sementara elektabilitas Prabowo 32,2 persen.

Chief Research Officer Alvara Research Center, Harry Nugroho mengatajan elektabilitas kedua bakal capres ini meningkat bila dibandingkan dengan hasil survei sebelumnya.

“Jokowi sebelumnya di angka 46,8 persen sekarang 48,4 persen. Menariknya, kenaikan Prabowo cukup tinggi, dari 27,2 menjadi 32,2 persen,” ucap Harry di Hotel Oria, Menteng, Jakarta Pusat.

Sedangkan nama Jusuf Kalla berada di angka 1,5 persen, Agus Harimurti Yudhoyono 1,4 persen, dan Gatot Nurmantyo 1,2 persen.

“Artinya, peluang Joko Widodo untuk terpilih kembali menjadi presiden lebih tinggi dibandingkan kandidat lainnya,” tutur Harry.

Harry mengingatkan, Jokowi perlu memperhatikan aspek kepuasan publik.

Kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan Jokowi bersama Jusuf Kalla saat ini mengalami kenaikan sebesar 75,6 persen, tetapi kepuasan publik terhadap sejumlah aspek masih rendah.

“Terutama kepuasan publik terhadap kesejahteraan tenaga kerja, penyediaan lapangan kerja, dan kemiskinan,” tukasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here