shababjo.net, Pemilu 2019 – Ketua DPP PPP Lena Maryani tidak mengakui bahwa partainya turut mengalami kesulitan mencari bakal calon anggota legislatif (bacaleg) yang berasal dari kalangan perempuan dengan ketentuan 30 persen kepengurusan di tingkat daerah dan pusat.

Adapun syarat keterwakilan perempuan dalam struktur parpol diatur dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2008 tentang Partai Politik (UU Parpol).

Jujur saja ini terjadi di PPP. Kesulitan itu tidak akan terjadi bila partai melaksanakan aturan yang diatur oleh Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2008. Disyaratkan parpol harus menempatkan 30 persen perempuan di seluruh jenjang. Kalau dilakukan, tidak akan mengalami kesulitan,” ujar Lena dalam diskusi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat

Ia menambahkan, bilamana ketentuan itu dapat ditaati maka para partai politik tidak akan mengalami kesulitan bacaleg yang berasal dari perempuan tersebut. Tetapi, alasan lainnya yaitu karena tidak adanya kesadaran perempuan untuk ikut dalam demokrasi. Di mana nantinya memberikan sebuah dampak devisit demokrasi tanpa perempuan.

“Di dalam internal perempuan juga belum banyak yang menyadari kehadiran perempuan di demokrasi. Demokrasi akan mengalami devisit bila tidak ada perempuan,” ucapnya.

Sementara Ketua DPP PAN Chandra Tirta Wijaya mengaku partainya juga tidak mengalami kesulitan dalam mencari perempuan bakal calon anggota legislatif.

“Alhamdulillah PAN tidak sulit mencari perempuan bacaleg. Hanya kurangnya tinggal 10 sampai 20 persen dikarenakan masalah kurang administrasi saja,” tuturnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here