shababjo.net, Pilpres 2019 : Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menilai, masuknya mantan Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar sebagai juru bicara pasangan capres-cawapres Joko Widodo atau Jokowi-Ma’ruf Amin hal biasa dan bukan masalah. Deddy Mizwar merupakan kader Partai Demokrat dan partai tersebut berkoalisi bersama Gerindra, PKS, dan PAN mengusung pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga S Uno.

“Enggak ada masalah. Itu masalah pilihan masing-masing,” ujar Fadli Zon di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Selatan, Jumat (31/8/2018).

Fadli mengatakan, keputusan Deddy Mizwar itu kemungkinan akan membuat anggota koalisi mempertanyakan keseriusan Demokrat. Tapi ia juga mempertanyakan keanggotaan pria yang kerap disebut Demiz di Demokrat.

“Saya kira mereka pasti akan mempertanyakan itu. Kalau enggak salah Demiz kader di Demokrat ya. Tapi kan juga masih baru, apakah cuma numpang lewat saja atau memang sudah menjadi kader benaran?” kata dia.

Jika Deddy Mizwar masuk dalam kepengurusan Demokrat, Fadli mengatakan Demokrat pasti memiliki mekanisme internal untuk menindaklanjuti keputusan kadernya.

“Artinya enggak sembarangan. Pasti mereka punya mekanisme internal,” Fadli menandaskan.

Nasib di Demokrat

Deddy Mizwar ditunjuk Tim Nasional Kampanye (TNK) Joko Widodo-Ma’aruf Amin untuk menjadi juru bicara pada Pilres 2019. Hal tersebut berseberangan dengan keputusan Partai Demokrat yang memilih mendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Deddy Mizwar yang juga Ketua Majelis Pertimbangan Daerah (MPD) DPD Partai Demokrat Jawa Barat itu pun mendatangi kantor DPD untuk mengklarifikasi soal penunjukan tersebut, Kamis (30/8/2018).

Rapat yang dilakukan sore tadi dilakukan secara tertutup. Hadir pula Ketua DPD PD Jabar Irfan Suryanagara dan pengurus partai lainnya.

“Saya serahkan semua hasil bahasan tadi penjelasannya kepada ketua DPD,” kata Deddy Mizwar.

Disinggung soal penunjukan dirinya sebagai jubir, Demiz kembali mengelak pertanyaan wartawan. “Ya nanti dijelaskan. Karena ini harus melalui mekanisme partai. Saya enggak bisa bicara,” ujarnya.

Namun begitu, mantan Wakil Gubernur Jawa Barat ini tak menampik jika maksud kedatangannya ke kantor DPD PD Jabar untuk mengklariifkasi soal jubir Jokowi.

“Khusus itu ya (klarifikasi) karena harus ada etika-etika ya harus kita lalui,” ucap pria yang karib disapa Demiz itu.

Keputusan rapat itu, kata Deddy, bakal diumumkan sehari usai Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan calon presiden dan wakil presiden yang akan berlaga pada Pilpres 2019, yakni 21 September.

“Ya nanti dijelaskkan tanggal 21. Saat ini capres dan cawapres belum ditetapkan oleh KPU. Nanti mekanisme partai yang memutuskan saya enggak berhak memutuskan itu, saya menerima apapun keputusan partai,” ungkap Deddy Mizwar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here