shababjo.net, Pilpres 2019 – Kubu pasangan capres-cawapres Jokowi-Ma’ruf dilaporkan ke Bawaslu atas dugaan pelanggaran kampanye setelah iklan rekening dana kampanye muncul di media massa. Dalam iklan itu, ditampilkan foto serta nomor urut pasangan Jokowi-Ma’ruf beserta slogannya.

Agar kesalahan yang sama tak terulang, Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf mendatangi Bawaslu RI untuk audiensi. Salah satu yang ingin diperjelas adalah penjelasan citra diri dalam aturan kampanye.

Ketua TKN Jokowi-Ma’ruf, Erick Thohir menyampaikan kedatangannya ke Bawaslu untuk silaturahmi dan bertukar informasi mengenai peraturan kampanye. Hal ini perlu dikonsultasikan karena ada beberapa poin yang berubah dibandingkan aturan kampanye pada Pilpres 2014, salah satunya soal citra diri.

“Ini kan perlu kita pelajari. Dan alhamdulillah hasilnya bagus ya. Kita jauh lebih mengerti, lebih siap dan yang terpenting adalah kami komit bahwa Pemilu ini harus sesuai dengan peraturan yang ada. Dan kita enggak ada maksudnya sedikitpun ingin melanggar peraturan,” kata Erick di Gedung Bawaslu RI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (25/10/2018).

Erick mengatakan, Jokowi sebagai capres juga telah mewanti-wanti agar pihaknya selalu mengacu pada aturan. Karena itulah tim kampanye mendatangi Bawaslu sehingga ke depan tak lagi terjadi pelanggaran.

“Kami tidak ingin menciptakan konflik. Misalnya dengan tidak menaati peraturan-peraturan yang ada. Message-nya sih itu tadi. Dan kita juga cukup banyak belajar ya,” ujarnya.

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf, Arsul Sani menambahkan, pihaknya ingin memperjelas poin apa yang dimaksud dengan citra diri. Pemahaman timnya dengan Bawaslu sebelumnya berbeda terkait citra diri.

“Mengenai citra diri itu tadi, kami memperjelas apa yang kami pahami. Tadinya kan agak berbeda dengan yang jadi pandangan kami,” kata Sekjen PPP ini.

Tak Bahas Pelanggaran Kampanye

 

Sementara itu, Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf, Arsul Sani menegaskan, kedatangan pihaknya ke Bawaslu tak membahas kasus dugaan pelanggaran kampanye yang dilakukan kubunya. Kubu Jokowi-Ma’ruf dilaporkan ke Bawaslu atas terbitnya iklan rekening dana kampanye di koran nasional dan munculnya videotron Jokowi-Ma’ruf.

“Tidak, kami tidak membahas (iklan rekening dana kampanye). Kasus-kasus tidak kami bahas. Itu proses yang kita hormati, yang jalannya nanti di Bawaslu. Kami yakin nanti Bawaslu bijak, Bawaslu akan bersikap adil dan mendengarkan semua pihak,” kata dia usai bertemu Komisioner Bawaslu.

Arsul juga menghormati Bawaslu yang sedang memproses dugaan pelanggaran kampanye dengan videotron pasangan capres-cawapres nomor urut 01 tersebut. Pihaknya pun menunggu jalannya proses itu.

“Jadi soal itu (videotron), soal kasus kita hormati kewenangan Bawaslu. Ya kita tunggu nanti prosesnya seperti apa. Kami kan tidak mau secara spesifik (bahas) kasus per kasus,” ujar dia.

Arsul menambahkan, pihaknya datang untuk membahas hal yang jauh lebih penting ke depan terkait aturan kampanye. Sehingga pihaknya memiliki persamaan persepsi dengan Bawaslu.

“Untuk ke depan itu supaya kami, tim kami Tim Kampanye Nasional pasangan 01 ini, tak akan melanggar,” pungkas Arsul.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here