shababjo.net, Berita Bola Terkini – Pelatih Perseru Serui, Choirul Huda, mengungkapkan tidak banyak yang bisa dilakukan buat skuatnya saat menantang tuan rumah PSM Makassar pada leg pertama 16 Besar Piala Indonesia 2018 di Stadion Andi Mattalatta Mattoangin, Sabtu (16/2/2019).

Apalagi, timnya datang ke Makassar tanpa persiapan. Mereka baru kembali berkumpul di Kota Daeng pada Kamis (14/2/2019).

Itu tidak semua datang karena sudah terlanjur terikat kontrak dengan klub baru masing-masing,” ujar Choirul Huda pada sesi jumpa media di Hotel Same Makassar, Jumat (15/2/2019).

Menurut Choirul, setelah dijamu Mitra Kukar pada leg 2 babak 32 Besar, Senin (4/2/2019), manajemen membubarkan tim dengan asumsi lanjutan Piala Indonesia bakal digelar setelah Piala Presiden 2019.

“Apalagi sejumlah pemain kami sudah mendapat tawaran dari klub lain,” terang Choirul.

Makarius berlabuh ke Borneo FC, sedangkan Arthur Bonay merapat ke PSIS, Boas Isir ke Persela, dan Donny Monim pindah ke Barito Putera. Choirul sudah menjalin kesepatan dengan Persis Solo sebagai asisten pelatih.

Praktis hanya 12 pemain yang berkomitmen datang ke Makassar. “Saya terpaksa menyiasatinya dengan memakai pemain Perseru U-19 yang kebetulan berdomisili di Makassar. Ada tiga pemain yang saat ini kami tunggu pengesahannya agar bisa dimainkan besok,” papar Choirul.

Meski tampil dengan materi seadannya, Choirul menegaskan motivasi pemainnya tetap tinggi untuk menyulitkan PSM.  “Hanya itu saya bisa lakukan. Saya berharap pemain tampil spartan demi harga diri Perseru. Soal hasil akhir itu persoalan nanti,” tegas Choirul.

Di lain pihak, Choirul enggan mengomentari pemberitaan terkait krisis di Perseru Serui. “Yang saya tahu, Perseru tetap ikut Liga 1 2019. Soal proses dan caranya, itu bukan wewenang saya untuk menjelaskan,” pungkas Choirul.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here